Senin, 24 November 2014

Distribusi Peluang Teoritis

Distribusi Peluang Teoritis

1.         Pendahuluan

Titik-titik contoh di dalam Ruang Sampel (S) dapat disajikan dalam bentuk numerik/bilangan.
.
    Peubah Acak
Fungsi yang mendefinisikan titik-titik contoh dalam ruang contoh sehingga memiliki nilai berupa bilangan nyata  disebut : PEUBAH ACAK = VARIABEL ACAK = RANDOM VARIABLE (beberapa buku juga menyebutnya sebagai STOCHASTIC VARIABLE ) 

    X dan x
Biasanya PEUBAH ACAK dinotasikan sebagai X (X kapital)
Nilai dalam X dinyatakan sebagai x (huruf kecil x).
Contoh 1 :
Pelemparan sekeping Mata Uang setimbang sebanyak 3 Kali
S : {GGG, GGA, GAG, AGG, GAA, AGA, AAG, AAA}
dimana G = GAMBAR  dan  A = ANGKA
X: setiap satu sisi GAMBAR bernilai satu (G = 1)
S : {GGG, GGA, GAG, AGG, GAA, AGA, AAG, AAA}
          ¯        ¯         ¯       ¯        ¯         ¯        ¯        ¯
          3         2        2        2         1         1        1         0

Perhatikan bahwa X{0,1,2,3}
Nilai x1= 0, x2= 1 x3= 2, x4= 3

    Kategori Peubah Acak
Peubah Acak dapat dikategorikan menjadi:
a.         Peubah Acak Diskrit  :           
nilainyaberupa bilangan cacah, dapat dihitung dan terhingga.
            ®        untuk hal-hal yang dapat dicacah
                        Misal :             Banyaknya Produk yang rusak = 12 buah
                                                Banyak pegawai yang di-PHK= 5 orang
           
b.         Peubah Acak Kontinyu:         
nilainya berupa selang bilangan, tidak dapat di hitung dan tidak terhingga
(memungkinkan pernyataan dalam bilangan pecahan)
®                untuk hal-hal yang diukur
        (jarak, waktu, berat, volume)
            Misalnya         Jarak Pabrik ke Pasar = 35.57 km

                                    Waktu produksi per unit = 15.07 menit

Berat  bersih produk = 209.69 gram
                                    Volume kemasan = 100.00 cc            

          Distribusi Peluang Teoritis

Tabel atau Rumus yang mencantumkan semua kemungkinan nilai peubah acak berikut peluangnya.
Berhubungan dengan kategori peubah acak, maka dikenal :
a. Distribusi Peluang Diskrit   : Binomial, Poisson
b. Distribusi Peluang Kontinyu   : Normal*) t, F, c²(chi kuadrat)

2.         Distribusi Peluang Diskrit

2.1         Distribusi Peluang Binomial

    Percobaan Binomial
Percobaan Binomial adalah percobaan yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Percobaan diulang n kali

2. Hasil setiap ulangan hanya dapat dikategorikan ke  dalam 2 kelas;
           Misal:  "BERHASIL" atau  "GAGAL"  
   ("YA" atau "TIDAK";  "SUCCESS" or "FAILED")

3. Peluang keberhasilan = p dan dalam setiap ulangan nilai p tidak berubah.
    Peluang gagal = q = 1- p.

4. Setiap ulangan bersifat bebas satu dengan yang lain.

Definisi Distribusi Peluang Binomial 

                             untuk x = 0,1,23,...,n

n: banyaknya ulangan
x: banyak keberhasilan dalam peubah acak X
p: peluang berhasil pada setiap ulangan
q: peluang gagal =  1 - p pada setiap ulangan

Contoh 2 :
Tentukan peluang mendapatkan "MATA 1" muncul 3 kali pada pelemparan 5 kali sebuah dadu setimbang!
Kejadian sukses/berhasil = mendapat "MATA 1"
x = 3
n = 5 pelemparan diulang 5 kali
p =                           q =  1-  =
                     =  = 10 ´ 0.003215...= 0.03215...

Contoh 4b:
Peluang seorang mahasiswa membolos adalah 6:10, jika terdapat 5 mahasiswa, berapa peluang terdapat 2 orang mahasiswa yang tidak membolos?

Kejadian yang ditanyakan ® Kejadian SUKSES = TIDAK MEMBOLOS
Yang diketahui peluang MEMBOLOS = q = 6 : 10 = 0.60
p = 1 - q = 1 - 0.60 = 0.40                    x = 2,                           n = 5
b(x = 2; n = 5, p = 0.40) = ....................


  • Tabel Peluang Binomial

Soal-soal peluang peluang binomial dapat diselesaikan dengan bantuan Tabel Distribusi Peluang Binomial (Lihat hal  157-162, Statistika 2)

Cara membaca Tabel tersebut :

Misal :
           n          x          p = 0.10           p = 0.15           p = 0.20   dst
           
            5          0          0.5905             0.4437             0.3277
                        1          0.3280             0.3915             0.4096
                        2          0.0729             0.1382             0.2048
                        3          0.0081             0.0244             0.0512
                        4          0.0004             0.0020             0.0064
                        5          0.0000             0.0001             0.0003
           
Perhatikan Total setiap Kolom p = 1.0000 (atau karena pembulatan, nilainya tidak persis = 1.0000  hanya mendekati 1.0000)

x = 0    n = 5    p = 0.10                                   b(0; 5, 0.10) = 0.5905
x =1     n = 5    p = 0.10                                   b(1; 5, 0.10) = 0.3280
Jika 0 x 2, n = 5 dan p = 0.10 maka b(x; n, p)  =
b(0; 5, 0.10)+ b(1; 5, 0.10)+b(2;5,0.10)
= 0.5905 + 0.3280 +0.0729 = 0.9914

Contoh 5
Suatu perusahaan “pengiriman paket ” terikat perjanjian bahwa keterlambatan paket akan menyebabkan perusahaan harus membayar biaya kompensasi.
Jika Peluang setiap kiriman akan terlambat adalah 0.20  Bila terdapat 5 paket, hitunglah probabilitas :
a. Tidak ada paket yang terlambat, sehingga perusahaan tidak membayar biaya kompensasi?
    (x = 0)
b. Lebih dari 2 paket terlambat? (x >2)
c. Tidak Lebih dari 3 paket yang terlambat?(x £ 3)
d. Ada 2 sampai 4  paket yang terlambat?(2 £  x  £ 4)
e. Paling tidak ada 2 paket yang terlambat?(x ³ 2)
Jawab
a. x = 0  ® b(0; 5, 0.20) = 03277 (lihat di tabel atau dihitung dgn rumus)

b. x > 2 ® Lihat tabel dan  lakukan penjumlahan sebagai berikut :
                  b(3; 5, 0.20) + b(4; 5, 0.20) + b(5; 5, 0.20)  =
                  0.0512+ 0.0064 + 0.0003  = 0.0579
            atau .....
            ®  1 - b(x £ 2) = 1 - [b(0; 5, 0.20) +  b(1;  5, 0.20) + b(2; 5, 0.20) = 1 - [0.3277 + 0.4096 + 0.2048)=  1 - 0.9421 = 0.0579 


Rata-rata dan Ragam Distribusi Binomial b(x; n, p) adalah

                                    Rata-rata   = np
                                    Ragam   s ²  = npq
n = ukuran populasi
p = peluang keberhasilan setiap ulangan
q = 1 - p = peluang gagal setiap ulangan
 
2.3       Distribusi Peluang Poisson

Percobaan Poisson memiliki ciri-ciri berikut :
1.         Hasil percobaan pada suatu selang waktu dan tempat tidak tergantung dari hasil             percobaan di selang waktu dan tempat yang lain yang terpisah
2.         Peluang terjadinya suatu hasil percobaan sebanding dengan panjang selang waktu dan   luas tempat percobaan terjadi. Hal ini berlaku hanya untuk selang waktu yang singkat             dan luas daerah yang sempit
3.         Peluang bahwa lebih dari satu hasil percobaan akan terjadi pada satu selang waktu         dan luasan tempat yang sama diabaikan
Definisi  Distribusi Peluang Poisson :
                        e : bilangan natural = 2.71828...       
                        x : banyaknya unsur BERHASIL dalam sampel
                       m :  rata-rata keberhasilan
Perhatikan rumus yang digunakan! Peluang suatu kejadian Poisson hitung dari rata-rata populasi (m)

    Tabel Peluang Poisson
Seperti halnya peluang binomial, soal-soal peluang Poisson dapat diselesaikan dengan Tabel Poisson (Statistika 2, hal 163-164)
Cara membaca dan menggunakan Tabel ini tidak jauh berbeda dengan Tabel Binomial
Misal:              x          m = 4.5             m = 5.0
                        0          0.0111             0.0067
                        1          0.0500             0.0337
                        2          0.1125             0.0842
                        3          0.1687             0.1404
                        dst       dst                   dst
                        15        0.0001             0.0002

poisson(2; 4.5) = 0.1125
poisson(x < 3; 4.5) = poisson(0;4.5) + poisson(1; 4.5)+ poisson(2; 4.5)
                               = 0.0111 + 0.0500 + 0.1125 = 0.1736

poisson(x > 2;4.5) = poisson(3; 4.5) + poisson(4; 4.5) +...+ poisson(15;4.5)
                            atau
                            = 1 - poisson(x £ 2)
                            = 1 - [poisson(0;4.5) + poisson(1; 4.5)+ poisson(2; 4.5)]
                            = 1 - [0.0111 + 0.0500 + 0.1125 ] = 1 - 0.1736 = 0.8264
Contoh 6 :
Rata-rata seorang sekretaris baru melakukan 5 kesalahan ketik per halaman.  Berapa peluang bahwa pada halaman berikut ia membuat:
a. tidak ada kesalahan?(x = 0)
b. tidak lebih  dari 3 kesalahan?( x £ 3)
c. lebih dari 3 kesalahan?(x >3)
d. paling tidak ada 3 kesalahan (x ³ 3)

Jawab:
= 5

a. x = 0 dengan rumus?  hitung poisson(0; 5)
                  atau
              dengan Tabel Distribusi Poisson
                  di bawah x:0 dengan  = 5.0 (0; 5.0) = 0.0067

b. x 3 dengan Tabel Distribusi Poisson  hitung
                   poisson(0; 5.0) + poisson(1; 5.0) + poisson(2; 5.0) + poisson(3; 5.0)  =
                   0.0067 + 0.0337 + 0.0842 + 0.1404 = 0.2650

c. x > 3   poisson( x 3; 5.0) = poisson(4; 5.0) + poisson(5; 5.0) + poisson (6; 5.0) +
                                                      poisson(7; 5.0) + ... + poisson(15; 5.0)
                                    atau

                        poisson(x >3) = 1 - poisson(x3)
                                                    = 1 - [poisson(0; 5.0) + poisson(1; 5.0) + poisson(2; 5.0) +                                                              poisson(3; 5.0)]
                                                   =  1 - [0.0067 + 0.0337 + 0.0842 + 0.1404]
                                                   =  1 - 0.2650
                                                   =  0.7350

Pendekatan Poisson untuk Distribusi Binomial :

·         Pendekatan Peluang Poisson untuk Peluang Binomial, dilakukan jika n besar (n > 20) dan p sangat kecil  (p < 0.01) dengan terlebih dahulu menetapkan  p dan kemudian menetapkan  m = n x p 

Contoh 7
Dari 1 000 orang mahasiswa 2 orang mengaku selalu terlambat masuk kuliah setiap hari, jika pada suatu hari terdapat 5 000 mahasiswa, berapa peluang ada lebih dari 3 orang yang terlambat?
Kejadian Sukses : selalu terlambat masuk kuliah
p =  = 0.002                                           n = 5 000                     x > 3
jika diselesaikan dengan peluang Binomial  ® b(x > 3; 5 000, 0.002)
                                                                          tidak ada di Tabel, jika menggunakan rumus
                                                                          sangat tidak praktis.

p  =   0.002                                          n = 5 000         x>3
m  = n ´ p = 0.002 ´ 5 000 = 10
diselesaikan dengan peluang Poisson ® poisson (x > 3; 10) = 1 - poisson (x £ 3) 
                        = 1 - [poisson (0;10) + poisson(1; 10) + poisson(2;10) + poisson(3; 10)
                        = 1 - [0.0000 +  0.0005 + 0.0023 ] = 1 - 0.0028 = 0.9972

Minggu, 02 November 2014

MEMBUAT PALU KARET
Kompetensi
Agar mahasiswa  :
A.      Mampu menggunakan peralatan perkakas bubut
B.      Mampu malakukan pembubutan bertingkat, facing dan camper
C.      Dapat menggunakan keping pembagi dan tap
D.      Mampu membuat ulir luar dengan mesin bubut dan tap
E.       Mampu membuat ulir luar dengan mesin bubut
F.       Mampu membuat tirus dengan mesin bubut
Alat dan bahan
  1. Mesin bubut dan kelengkapannya
  2. Jangka sorong
  3. Senter outar, senter bor, chuck bor, kunci toolpost
  4. Pahat bubut HSS ¾” x ¾” x 4 “
  5. Bahan MS diameter 50 mm
  6. Mesin frais vertikal dan mesin bor
  7. Tap M 14
  8. Bor diameter 14 mm
  9. Pahat ulir segitiga

Keselamatan kerja
  1. Biasakamn meletakkan alat-alat tangan dan alat ukur secara terpisah dan rapi
  2. Jagan mengubah putaran mesin saat hidup
  3. Lepas segera kunci chuck setiap selesai mencekam benda kerja
  4. Pakailah kaca mata pelindung selama membubut
  5. Jangan memberishkan tatal mesin selama mesin hidup
  6. Selalu berkomunikasi dengan dosen pembimbing apa bila kurang mengerti menggunakan mesin dan perkakas mesin

Langkah kerja
  1. Persiapkan bahan, mesin, dan peralatan lainnya yang akan digunakan
  2. Cek ukuran bahan mula-mula yang akan dikerjakan
  3. Pasang benda kerja pada chuck mesin bubut
  4. Bubut benda kerja dengan ø1 ¼ ̎dan panjang 70 mm
  5. Bubut benda kerja disetiap sisi kanan dan kiri dengan panjang 15 mm dan M 14ˣ2 dan tiruskan juga dengan tirus 2 mm. Sehinga menyidakan 40 mm dibagian tengah benda kerja tersebut
  6. Borlah di bagian tengah 40 mm tersebut dengan diametr 26 mm hingga tembus dan M 14ˣ2
  7. Lalu ulir bagian yang sudah dibor tersebut dengan senai M 14ˣ2
  8. Ulir bagian sisi kanan dan kiri tersebut dengan mesin bubut maupun tap dengan ukuran M 14ˣ2
  9. Bubutlah karet ( 1 ) palu tersebut dengan panjang 25 mm, drill ø12 dan R 50. Bor diameter 18 mm, kedalaman 15 mm.
  10. Bubut karet ( 2 ) palu dengan ukuran yang sama dan tiruskan dengan diameter 28 mm
  11. Bersikan alat dan mesin yang sudah digunakan
  12. Serahkan hasil pekerjaan anda pada dosen pembimbing mata kuliah



Gambar Palu karet





                                        
              




Membuat Gagan Palu Karet
Kompetensi
Agar mahasiswa:
  1. Mampu menggunakan peralatan perkakas bubut
  2. Mampu melakukan pembubutan bertingkat, facing dan camper
  3. Mampu melakukan pembuatan ulir dengan mesin bubut dan tap
  4. Terampil menggunkan mesin bubut dan tap
  5. Mampu melakukan pembuatan tirus pada mesin bubut

Alat dan Bahan
A.   Mesin bubut dan kelengkapannya
B.    Jangka sorong
C.    Senter outar, senter bor, chuck bor, kunci toolpost
D.   Pahat bubut HSS ¾” x ¾” x 4 “
E.    Bahan MS diameter 25 mm
F.    Tap M 14
G.   Pahat ulir segitiga

Keselamatan kerja
  1. Biasakamn meletakkan alat-alat tangan dan alat ukur secara terpisah dan rapi
  2. Jagan mengubah putaran mesin saat hidup
  3. Lepas segera kunci chuck setiap selesai mencekam benda kerja
  4. Pakailah kaca mata pelindung selama membubut
  5. Jangan memberishkan tatal mesin selama mesin hidup
  6. Selalu berkomunikasi dengan dosen pembimbing apa bila kurang mengerti menggunakan mesin dan perkakas mesin

Langkah Kerja
  1. Persiapkan bahan, mesin, dan peralatan lainnya yang akan digunakan
  2. Cek ukuran bahan mula-mula yang akan dikerjakan
  3. Pasang benda kerja pada chuck mesin bubut
  4. Lakukan facing pada kedua ujung
  5. Bubut hingga diameter 25 mm dan panjang 75 mm
  6. Bubut setiap sisi kanan dengan panjang 27 mm ø23 mm, kiri dengan panjang 40 mm ø23 mm, tengah 8 mm ø25 mm dan cemper 2mm
  7. Ulir sisi bagian kanan dengan mesin bubut maupun tap M 14ˣ2
  8. Tiruskan bagian tengahnya dengan panjang 5 mm sehingga menyidakan 3 mm
  9. Lepas benda kerja dari chuck dan bersihkan alat dan mesin yang sudah tidak digunakan
                                       
Gamabar. Gagang palu karet

Membuat Ulir Segiempat
Kompetensi
Agar mahasiswa:
  1. Mampu menggunakan peralatan perkakas bubut
  2. Mampu melakukan pembubutan bertingkat, facing dan camper
  3. Mampu melakukan pembuatan ulir dengan mesin bubut
  4. Terampil menggunkan mesin bubut
  5. Mampu melakukan pembuatan ulir segi empat dengan mesin bubut
  6. Terampil menggunakan mesi frais vertikal dan bor
Alat dan Bahan
A.      Mesin bubut dan kelengkapannya
B.      Jangka sorong
C.      Senter outar, senter bor, chuck bor, kunci toolpost
D.      Pahat bubut HSS ¾” x ¾” x 4 “
E.       Bahan MS diameter 35 mm dan panjang 310 mm
F.       Bor diameter 13 mm
G.     Pahat ulir segiempat
Keselamatan kerja
  1. Biasakamn meletakkan alat-alat tangan dan alat ukur secara terpisah dan rapi
  2. Jagan mengubah putaran mesin saat hidup
  3. Lepas segera kunci chuck setiap selesai mencekam benda kerja
  4. Pakailah kaca mata pelindung selama membubut
  5. Jangan memberishkan tatal mesin selama mesin hidup
  6. Selalu berkomunikasi dengan dosen pembimbing apa bila kurang mengerti menggunakan mesin dan perkakas mesin
Langkah kerja
  1. Persiapkan bahan, mesin, dan peralatan lainnya yang akan digunakan
  2. Cek ukuran bahan mula-mula yang akan dikerjakan
  3. Pasang benda kerja pada chuck mesin bubut
  4. Bubut benda kerja dengan panjang 310 mm
  5. Bubut benda kerja dengan diameter 28 mm dengan panjang 265 mm (pembubutan di mulai dari kanan kekiri)
  6. Bubut lagi benda kerja dengan panjang 30 mm dan diameter 22 mm
  7. Lakukan pengeboran pada mesin bubut di bagian diameter 22 mm untuk penempatan senter( agar tidak gonyang pada saat membubut)
  8. Buat camper di diamerter 22 mm, 28 mm, danø 1 ¼ ̎ dengan cemper 3 mm
  9. Bubut benda kerja dengan panjang 15 mm dan diameter 18 mm dengen menggunkan pahat segiempat  di bagian diameter 22 mm dan panjang 30 mm tersebut (dari kanan kekiri)
  10. Lakukan juga penbubutan di antara diameter 28 mm dan ø 1 ¼ ̎. Dengan ukuran, panjang 10 mm dan diameternya 22 mm
  11. Lepas benda kerja dari chuck
  12. Lakukan pengeboran diameter 13 mm di bagian ø 1 ¼ ̎ hingga tembus
  13. Pasang lagi benda kerja pada chuck mesin bubut untuk melakukan penguliran
  14. Pasang senter bor pada ujung yang satunya agar tidak gonyang saat melakukan penguliran
  15. Aturlah mesin bubut untuk melakukan ulir segiempat dengan kecepatan putarnya 55 Rpm
  16. Lakukan penguliran segiempat di sepanjang diameter 28 mm dengan pemakana 0,25 mm dengan kisar 6, lakukan dengan berulang sampai sejajar dengan diameter 22 mm.
  17. Bersikan alat dan mesin yang sudah tidak dipergunakan
  18. Serahkan hasil tugas/job kepada dosen pembimbing
Gambar Ulir Segitiga